Laman

DIRKKEY MADA

DIRKKEY MADA
PEE WEE GASKINS

Sabtu, 16 Oktober 2010

manisan mangga 2

Hari libur, memang paling enak iseng, termasuk iseng di dapur. Kemarin sebelum hujan, tetangga metik mangga mengkal. Sebagian diberikan ke mlandhing. Lumayan, ada kalau cuma 7 buah. Sebagian, 2 buah dibikin rujak. Sisanya yang 5 buah, pagi ini kubuat jadi manisan mangga. Manisan mangga yang ini versi basah ya, berkuah gitu deh. Segeerrr banget! Apalagi makannya pakai es batu. Hmm…. *ngiler*

BAHAN:
2 kg mangga
2 lt air
2 sdt garam
1/2 sdt kapur sirih

SIRUP RENDAMAN:
500 gr gula pasir
500 ml air

CARA MEMBUAT:

  • Kupas mangga, serut.potong sesuai selera.
  • Siapkan air kapur sirih. Campur kapur sirih dengan 1-2 lt air. Biarkan mengendap, pakai airnya yang bening untuk merendam mangga sekitar 1 jam. Cuci. Tiriskan.
  • Rendam kembali mangga dengan air garam. Campur garam dengan 1 lt air, rendam mangga sekitar 1 jam lagi. Tiriskan.
  • Rebus 500 ml air dengan 500 gr gula pasir hingga mendidih dan gula larut. Matikan api.
  • Selagi panas, masukkan irisan mangga. Biarkan terendam hingga dingin. Masukkan ke kulkas. Sajikan dingin atau tambahkan sedikit es batu.
  • TIPS & TRIK:

  • Kalau mau rasa pedas, tambahkan 5-10 cabai rawit. BUang isinya terlebih dahulu, dan ikut rebus bersama sirup rendaman. Kalau sudah matang, haluskan cabai rawit dan kembali masukkan dalam rendaman. Baru masukkan mangganya.
  • Buah mangga bisa diganti dengan kedondong ataupun nanas. Sesusai selera lah.

  • MANISAN MANGGA

    # Mangga yg masih mentah *jgn yg mateng ya*
    # Gula pasir
    # Cabai merah, iris tipis
    # Cabai rawit, iris tipis
    # Garam

    Directions:
    1. Kupas kulit mangga, kemudian iris tergantung selera, tp saya lebih suka iris tipis.
    2. Siapkan mangkok yg telah diberi garam, masukkan mangga yg telah diiris tsb.
    3. Rendam sekitar 5-10 mnt. Buang airnya.
    4. Iris tipis cabai merah & cabai rawit, banyaknya tergantung selera
    5. Masak air yg telah diberi gula pasir. Masak hingga mendidih.
    6. Bagi yg suka pedas, masukkan irisan cabai merah & cabai rawit. Masak hingga air berwarna kemerahan.
    7. Bagi yg tidak menyukai aroma cabai, setelah air gula mendidih matikan api kemudian biarkan air gula dingin baru masukkan irisan cabai.
    8. Tunggu hingga air benar2 dingin alias tidak panas, masukkan irisan mangga. Aduk rata. Simpan dalam lemari pendingin.

    Kroket nasi keju

    1 sdm margarin
    2 sdm bawang putih, cincang halus
    2 sdm tepung terigu
    5 sendok makan Nestlé®Dancow Fullcream, larutkan dengan 150 ml air
    300 g nasi putih
    1 butir telur ayam
    1 sdt garam
    1/2 sdt merica bubuk
    1 sdm gula pasir
    5 buah buncis, iris halus
    100 g wortel, serut
    50 g keju cheddar, parut
    20 butir telur puyuh, rebus, kupas
    Lapisan :
    100 g tepung roti
    1 butir telur ayam
    Minyak untuk menggoreng
    Pelengkap :
    saus cabai botolan

    Cara Membuat :

    · Panaskan margarin, tumis bawang putih hingga harum, masukkan tepung terigu, aduk rata, tambahkan susu cair, aduk rata hingga menjadi bubur.

    · Masukkan buncis dan wortel, aduk hingga layu.

    · Tambahkan nasi, garam ,merica, gula, dan keju, aduk rata, tambahkan telur, aduk rata, angkat.

    · Bagi adonan menjadi 20 bagian, bentuk bola dan isi dengan telur puyuh.

    · Celupkan bola-bola ke dalam telur, dan lumuri dengan tepung panir, simpan dalam lemari pendingin selama 1 jam.

    · Panaskan minyak dan goreng hingga kecoklatan.

    · Angkat, sajikan dengan saus sambal botolan

    Salad sauce

    150 ml Milkmaid Fullcream
    65 ml air jeruk lemon
    1 sdt garam halus
    1 sdt gula pasir
    2 sdm saus tomat botolan
    1 sdm mayonaise botolan
    1 sdm peanut butter creamy


    Minggu, 26 September 2010

    PEMBAKARAN AL-QUR'AN DI AMERIKA SERIKAT JADI

    Pembakaran Alquran yang sebelumnya akan dilakukan oleh pendeta dari Florida Terry Jones, pada peringatan tragedi 11 September, urung dilaksanakan karena mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Namun ternyata oleh pendeta Bob Old dan Danny Allen. Mereka membakar Alquran di halaman belakang sebuah rumah di Springfileld, Amerika Serikat, Sabtu (11/9) silam.

    Bob Old dan rekannya Danny Allen berdiri bersama di halaman belakang rumah tua. Mereka menyebut tindakan itu sebagai panggilan dari Tuhan. Mereka membakar dua salinan Quran dan satu teks Islam lainnya di depan segelintir orang, yang sebagian besar dari media.

    Seperti dilansir Detroit News, ternyata pembakaran Alquran juga terjadi di Michigan. Sebuah Alquran dibakar di depan pusat ajaran Islam di kota tersebut.

    Ryanne Nason, seorang cendekiawan Amerika Serikat, seperti dilansir sebuah koran lokal Mainecampus, Kamis (15/9), menyebut bahwa pembakaran yang dilakukan oleh sejumlah orang sangat menyedihkan dan memalukan. Di AS, negara yang dibentuk pada keyakinan kebebasan beragama, setiap orang diberikan hak untuk mempraktikkan agama yang mereka yakini, seperti Yudaisme, Islam, Kristen, atau tidak menganut agama sama sekali. Dengan membakar Alquran atau kitab suci agama lain, bayangan seluruh bangsa lain membuat AS adalah negara tanpa kelas dan tidak etis.

    Sungguh ironis bahwa Terry Jones atau Bob Old merasa memiliki perlindungan berdasarkan amandemen pertama untuk membakar kitab suci agama lain yang ia tidak percaya. Padahal semua muslim di AS dilindungi oleh undang-undang konstitusional yang sama. Hal ini akan memeberikan cela pada reputasi Amerika.

    Menurut Ryanne, orang beragama menggunakan moral yang kuat dan nilai-nilai, namun sekarang orang mendiskreditkan keyakinan mereka karena bersifat menghakimi dan intoleransi. Salah satu dari banyak alasan mengapa kita memiliki pasukan di Irak dan Afghanistan adalah untuk melawan penindasan dan penganiayaan agama terhadap penduduk negara di negara tersebut. Namun, saat ini ternyata warga negara Amerika sendiri yang melecehkan agama lain.

    Di Chicago, Mohammed Kaiseruddin, Dewan Direksi Pusat Ajaran Islam memberikan gambaran terhadap pembakaran Alquran yang sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dianutnya. Ia mengatakan kepada Huffington Post hari ini, "Kami merasa seperti kita sudah menjadi korban. Ketika kami memegang Alquran, kami memperlakukannya dengan sangat hormat. Kami tidak pernah menaruh salinan Alquran di lantai. Sejak kecil, kami selalu mengingatkan anak-anak untuk menghormati kitab suci ini. Kami juga mengajarkan kepada mereka ketika selesai membaca Alquran, mereka menutup dan menciumnya, lalu menyimpannya". (Huffington Post/Mainecampus/Detroitnews/DES/IAN)

    Hukum Gerakan Planet Kepler

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Langsung ke: navigasi, cari
    Figure 1: Illustration of Kepler's three laws with two planetary orbits. (1) The orbits are ellipses, with focal points ƒ1 and ƒ2 for the first planet and ƒ1 and &>. (2) The two shaded sectors A1 and A2 have the same surface area and the time for planet 1 to cover segment A1 is equal to the time to cover segment A2. (3) The total orbit times for planet 1 and planet 2 have a ratio a13/2 : a23/2.

    Di dalam astronomi, tiga Hukum Gerakan Planet Kepler adalah:

    • Setiap planet bergerak dengan lintasan elips, matahari berada di salah satu fokusnya.
    • Luas daerah yang disapu pada selang waktu yang sama akan selalu sama.
    • Perioda kuadrat suatu planet berbanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari matahari.

    Ketiga hukum diatas ditemukan oleh ahli matematika dan astronomi Jerman: Johannes Kepler (1571–1630), yang menjelaskan gerakan planet di dalam tata surya. Hukum di atas menjabarkan gerakan dua benda yang saling mengorbit.

    Karya Kepler didasari oleh data observasi Tycho Brahe, yang diterbitkannya sebagai 'Rudolphine tables'. Sekitar tahun 1605, Kepler menyimpulkan bahwa data posisi planet hasil observasi Brahe mengikuti rumusan matematika cukup sederhana yang tercantum di atas.

    Hukum Kepler mempertanyakan kebenaran astronomi dan fisika warisan zaman Aristoteles dan Ptolemaeus. Ungkapan Kepler bahwa Bumi beredar sekeliling, berbentuk elips dan bukannya epicycle, dan membuktikan bahwa kecepatan gerak planet bervariasi, merubah astronomi dan fisika. Hampir seabad kemudian, Isaac Newton mendeduksi Hukum Kepler dari rumusan hukum karyanya, hukum gerak dan hukum gravitasi Newton, dengan menggunakan Euclidean geometri klasik.

    Pada era modern, hukum Kepler digunakan untuk aproksimasi orbit satelit dan benda-benda yang mengorbit matahari, yang semuanya belum ditemukan pada saat Kepler hidup (contoh: planet luar dan asteroid). Hukum ini kemudian diaplikasikan untuk semua benda kecil yang mengorbit benda lain yang jauh lebih besar, walaupun beberapa aspek seperti gesekan atmosfer (contoh: gerakan di orbit rendah), atau relativitas (contoh: prosesi preihelion merkurius), dan keberadaan benda lainnya dapat membuat hasil hitungan tidak akurat dalam berbagai keperluan.

    Animasi dari gerak Kepler

    Daftar isi

    [sembunyikan]

    [sunting] Pengenalan Tiga Hukum Kepler

    [sunting] Secara Umum

    Hukum hukum ini menjabarkan gerakan dua badan yang mengorbit satu sama lainnya. Massa dari kedua badan ini bisa hampir sama, sebagai contoh CharonPluto (~1:10), proporsi yang kecil, sebagai contoh. BulanBumi(~1:100), atau perbandingan proporsi yang besar, sebagai contoh MerkuriusMatahari (~1:10,000,000).

    Dalam semua contoh di atas, kedua badan mengorbit mengelilingi satu pusat massa, barycenter, tidak satu pun berdiri secara sepenuhnya di atas fokus elips. Namun, kedua orbit itu adalah elips dengan satu titik fokus di barycenter. Jika rasio massanya besar, sebagai contoh planet mengelilingi matahari, barycenternya terletak jauh di tengah obyek yang besar, dekat di titik massanya. Di dalam contoh ini, perlu digunakan instrumen presisi canggih untuk mendeteksi pemisahan barycenter dari titik masa benda yang lebih besar. Jadi, hukum Kepler pertama secara akurat menjabarkan orbit sebuah planet mengelilingi matahari.

    Karena Kepler menulis hukumnya untuk aplikasi orbit planet dan matahari, dan tidak mengenal generalitas hukumnya, artikel ini hanya akan mendiskusikan hukum di atas sehubungan dengan matahari dan planet-planetnya.


    [sunting] Hukum Pertama

    Figure 2: Hukum Kepler pertama menempatkan Matahari di satu titik fokus edaran elips.
    "Setiap planet bergerak dengan lintasan elips, matahari berada di salah satu fokusnya."

    Pada zaman Kepler, klaim di atas adalah radikal. Kepercayaan yang berlaku (terutama yang berbasis teori epicycle) adalah bahwa orbit harus didasari lingkaran sempurna. Pengamatan ini sangat penting pada saat itu karena mendukung pandangan alam semesta menurut Kopernikus. Ini tidak berarti ia kehilangan relevansi dalam konteks yang lebih modern.

    Meski secara teknis elips yang tidak sama dengan lingkaran, tetapi sebagian besar planet planet mengikuti orbit yang bereksentrisitas rendah, jadi secara kasar bisa dibilang mengaproksimasi lingkaran. Jadi, kalau ditilik dari observasi jalan edaran planet, tidak jelas kalau orbit sebuah planet adalah elips. Namun, dari bukti perhitungan Kepler, orbit-orbit itu adalah elips, yang juga memeperbolehkan benda-benda angkasa yang jauh dari matahari untuk memiliki orbit elips. Benda-benda angkasa ini tentunya sudah banyak dicatat oleh ahli astronomi, seperti komet dan asteroid. Sebagai contoh, Pluto, yang diobservasi pada akhir tahun 1930, terutama terlambat diketemukan karena bentuk orbitnya yang sangat elips dan kecil ukurannya.

    [sunting] Hukum Kedua

    Figure 3: Illustrasi hukum Kepler kedua. Bahwa Planet bergerak lebih cepat di dekat matahari dan lambat di jarak yang jauh. Sehingga, jumlah area adalah sama pada jangka waktu tertentu.
    "Luas daerah yang disapu pada selang waktu yang sama akan selalu sama."

    Secara matematis:

    \frac{d}{dt}(\frac{1}{2}r^2 \dot\theta) = 0

    dimana \frac{1}{2}r^2 \dot\theta adalah "areal velocity".

    [sunting] Hukum Ketiga

    Planet yang terletak jauh dari matahari memiliki perioda orbit yang lebih panjang dari planet yang dekat letaknya. Hukum Kepler ketiga menjabarkan hal tersebut secara kuantitatif.


    "Perioda kuadrat suatu planet berbanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari matahari."

    Secara matematis:

     {P^2} \propto  {a^3}

    dengan P adalah perioda orbit planet dan a adalah sumbu semimajor orbitnya.

    Konstant proporsionalitasnya adalah semua sama untuk planet yang mengedar matahari.

    \frac{P_{\rm planet}^2}{a_{\rm planet}^3} = \frac{P_{\rm earth}^2}{a_{\rm earth}^3}.

    [sunting] Sejarah

    Pada tahun 1601 Kepler berusaha mencocokkan berbagai bentuk kurva geometri pada data-data posisi Planet Mars yang dikumpulkan oleh Tycho Brahe. Hingga tahun 1606, setelah hampir setahun menghabiskan waktunya hanya untuk mencari penyelesaian perbedaan sebesar 8 menit busur (mungkin bagi kebanyakan orang hal ini akan diabaikan), Kepler mendapatkan orbit planet Mars. Menurut Kepler, lintasan berbentuk elips adalah gerakan yang paling sesuai untuk orbit planet yang mengitari matahari. Pada tahun 1609, dia mempublikasikan Astronomia Nova yang menyatakan dua hukum gerak planet. Hukum ketiga tertulis dalam Harmonices Mundi yang dipublikasikan sepuluh tahun kemudian.


    [sunting] Pustaka

    • Bate, Roger R., Mueller, Donald D. dan White, Jerry E. Fundamentals of Astrodynamics, New York, Dover Publications, Inc., 1971.
    • A derivation of Kepler's third law of planetary motion is a standard topic in engineering mechanics classes. See, for example, pages 161–164 of Meriam, J. L. (1966, 1971), Dynamics, 2nd ed., New York: John Wiley, ISBN 0-471-59601-9 .
    • Murray and Dermott, Solar System Dynamics, Cambridge University Press 1999, ISBN-10 0-521-57597-4